The Conpenhagen post Online

Jurnalisme merupakan suatu kegiatan mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Pada intinya suatu berita itu harus jelas asalnya dan isinya pun harus lengkap. Berita dipandang lengkap apabila memberi keterangan tentang apa peristiwanya (what), siapa (who) , kapan (when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana peristiwanya (how). Mencakup 5W+1H. Aspek-aspek dalam jurnalisme meliputi proses pencarian, penulisan, penyuntingan, hingga proses penyebarluasan berita dengan menggunakan media yang ada, maka Sebagai media massa maka media online juga tetap menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik seperti dalam sisitem kerja mereka. Kehadiran media online telah mengubah cara pandang terhadap media pemberitaan. Kehadiran media online memenuhi kebutuhan setiap segmen masyarakat, meski masih kecil jumlahnya yang ingin cepat mengambil keputusan.

Penampilan media online yang meluncurkan berita mulai per detik sampai per menit menambah kekhasan media online di samping radio dan televisi yang jangkauannya sangat luas. Selain fungsi pengetahuan yang luas karena bisa terhubung ke berbagai situs dunia, juga terdapat fungsi interaktif. Orang-orang bisa mengirim keluhan langsung begitu berita dibaca dan diterima redaksi dalam hitungan detik. Jika redaksinya aktif, bisa dijawab dalam beberapa menit. Dengan demikian pembaca lebih dekat dengan penyusun berita. Tidak ada perbedaan. Perbedaan yang paling mencolok adalah pengolahan beritanya, internet mempermudah pekerjaan jurnalistik, sebab jurnalistik dapat dilakukan melalui PC atau komputer. Dengan menggunakan internet sebagai alat reportase atau sumber informasi bagian media-media tradisional atau koran. Jurnalisme online merupakan tipe keempat dari jurnalistik yang mempunyai karakteristik berbeda dengan jurnalistik tradisional, sebab jurnalisme online menggunakan komponen teknologi dalam kegiatan operasional sehari-hari.

foto jurnalistik itu adalah foto-foto yang cukup bercerita tanpa harus berkata-kata (biar foto yang bicara). Terkadang satu foto sudah cukup, namun tidak jarang dibutuhkan beberapa seri foto untuk “bercerita” (essay foto). Namun, bila foto saja belum mampu berbicara, terkadang kita harus menyertakan teks foto yang sebisa mungkin mengungkapkan 5W + 1 H (What, When, Where, Who, Why dan How). Tidak ada perbedaan karena foto-foto yang ditampilan dalam cybermedia sama harus sesuai dengan berita yang akan disampaikan. oto jurnalistik mutlak harus memuat caption atau keterangan foto. Mungkin sebuah foto yang kuat sudah dapat menggambarkan kondisi yang ingin ditampilkan, banyak yang bilang biar foto yang bicara. Menurut saya, dalam foto jurnalistik online hal ini masih belum cukup, tetap harus ada caption. Dalam jurnalistik unsur 5W+1H sangat penting dan mutlak ada. Kalaupun ada foto yang visualnya sudah kuat namun tanpa caption, masih kurang untuk disebut sebagai foto jurnalistik. Pembaca perlu juga tahu informasi dari foto tersebut.

Sebetulnya, tak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara berita-berita di cybermedia dengan berita di surat kabar cetak atau koran Pikiran Rakyat yang selama ini saya baca. Namun perbedaan yang paling mencolok adalah mediumnya dan mekanisme efisiensi pencarian, pengolahan dan penyebarluasan beritanya. Berita-berita dalam cybermedia sifatnya yang real time. Berita, kisah-kisah, peristiwa-peristiwa, bisa langsung dipublikasikan pada saat kejadian sedang berlangsung. Ini barangkali tidak terlalu baru untuk jenis media konvensional lain seperti TV maupun radio. Mekanisme publikasi real time itu lebih leluasa karena jadwal penerbitan atau siaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja selama dia terhubung ke jaringan Internet maka ia mampu mempublikasikan berita, peristiwa, kisah-kisah saat itu juga. Berbeda dengan surat kabar atau koran jika berita sudah di dapat maka informasi yang akan disebarluaskan kepada publik keesokan harinya atau dengan kata lain sudah mempunyai waktu-waktu tertentu untuk mempublikasikan sebuah informasi, berbeda dengan berita-berita di cybermedia kapanpun dan dimanapun sebuah informasi dapat di sebarluaskan melalui fasilitas dalam media internet. Inilah yang memungkinkan para pengguna/pembaca untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan sebuah peristiwa dengan lebih sering dan aktual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: